Pemanfaatan Peta Administrasi dan NDVI untuk Pengelolaan Pertanian di Nagari Tanjung Bingkung
Nagari Tanjung Bingkung, yang terletak di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, merupakan wilayah dengan potensi agraris yang besar. Didominasi oleh lahan pertanian, perkebunan rakyat, dan peternakan, nagari ini menjadi sentra kegiatan bercocok tanam padi, jagung, serta berbagai tanaman hortikultura. Dengan karakter wilayah seperti ini, ketersediaan data spasial menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembuatan peta administrasi dan peta NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Peta administrasi berfungsi untuk menunjukkan batas wilayah, infrastruktur, permukiman, dan jaringan jalan, sedangkan peta NDVI digunakan untuk memantau tingkat kehijauan vegetasi sebagai indikator kesehatan lahan pertanian. NDVI dihitung berdasarkan perbedaan pantulan cahaya merah dan inframerah dekat pada citra satelit. Nilai yang mendekati +1 menunjukkan vegetasi yang sehat dan rapat, sementara nilai mendekati 0 atau negatif mengindikasikan lahan terbuka atau tidak produktif.
peta Adm
Peta NDVI
Melalui program KKN ini, mahasiswa mengolah data batas administrasi dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan citra satelit (Landsat 8 atau Sentinel-2) untuk menghasilkan peta yang akurat. Validasi lapangan dilakukan di setiap jorong guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi nyata. Hasilnya, peta administrasi dan peta NDVI Nagari Tanjung Bingkung berhasil dibuat lengkap dengan layout, legenda, skala, dan arah mata angin.
Keberadaan peta ini memberikan banyak manfaat. Pemerintah nagari dapat memanfaatkannya untuk perencanaan tata ruang, pengembangan infrastruktur, dan pengelolaan lahan pertanian. Kelompok tani juga dapat menggunakannya untuk memantau kondisi tanaman, mengantisipasi risiko gagal panen, serta merancang pola tanam yang lebih efisien. Lebih jauh lagi, peta NDVI dapat digunakan untuk memantau perubahan tutupan lahan akibat alih fungsi, kekeringan, atau degradasi tanah.
Agar manfaatnya berkelanjutan, rekomendasi yang disusun antara lain:
-
Memutakhirkan peta administrasi setiap terjadi perubahan wilayah atau infrastruktur.
-
Memperbarui peta NDVI secara musiman untuk memantau kondisi pertanian.
-
Mengintegrasikan peta dengan data sosial-ekonomi seperti jumlah penduduk, luas lahan, dan hasil panen.
-
Mengembangkan peta interaktif berbasis WebGIS yang dapat diakses publik.
-
Melakukan pelatihan bagi perangkat nagari dan petani tentang penggunaan dan interpretasi peta.
Dengan langkah ini, Nagari Tanjung Bingkung tidak hanya memiliki gambaran jelas tentang kondisi wilayahnya, tetapi juga memperoleh landasan kuat untuk membangun pertanian berkelanjutan berbasis data.