Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal: Pestisida Nabati sebagai Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal: Pestisida Nabati sebagai Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
Mahasiwa KKN Unand Melakukan Sosialisasi Tentang Hama dan penyakit Tanaman Serta Pembuatan Pestisida Nabati dari Bahan Dasar Tanaman Serai dan Bawang Putih.
Di tengah ancaman serius dari penggunaan pestisida kimia yang tak terkendali, sekelompok mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand menghadirkan angin segar bagi petani di nagari Tanjung Bingkung. Mereka memperkenalkan pestisida nabati berbahan serai (Cymbopogon citratus) dan bawang putih (Allium sativum) sebagai solusi pengendalian hama yang ramah lingkungan, murah, dan mudah dibuat.
Inovasi pestisida nabati yang diinisiasi mahasiswa KKN Unand bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga gerakan mengembalikan kemandirian petani. Dengan bahan yang mudah ditemukan seperti serai dan bawang putih, masyarakat mampu membuat pestisida sendiri tanpa harus menguras kantong atau merusak lingkungan. Serai yang kaya sitronelal dan sitral terbukti ampuh mengusir serangga, sementara bawang putih dengan kandungan allicin mampu menghambat bakteri, jamur, bahkan kutu tanaman.
Dari uji coba di lapangan, larutan ini mampu menekan serangan ulat daun dan kutu putih dalam dua minggu. Lebih dari itu, dampak sosialnya mulai terasa: petani mulai mengurangi penggunaan pestisida kimia dan mulai berbicara tentang pentingnya pertanian sehat bagi masa depan anak cucu mereka.
Namun, keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada sebatas proyek KKN. Pemerintah desa, kelompok tani, hingga lembaga pendidikan perlu menindaklanjuti dengan pelatihan berkelanjutan, penelitian konsentrasi optimal, dan eksplorasi bahan nabati lain seperti daun mimba atau tembakau.
Pestisida nabati adalah bukti bahwa solusi besar bisa lahir dari kearifan lokal yang sederhana. Di tangan masyarakat yang mau berinovasi, serai dan bawang putih bukan sekadar bumbu dapur, tetapi senjata hijau yang melindungi bumi dan menghidupkan kembali pertanian berkelanjutan.